Minggu, 12 April 2015

Kurikulum 2013 dihentikan, Kurikulum 2006 kembali digunakan



Hai sobat...

Apa kabarnya nih?? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT (Amiinn). Dalam pertemuan kita yang kedua ini aku tidak akan membahas mengenai biografiku tetapi aku disini mengajak teman-teman untuk bertukar informasi dan pendapat mengenai suatu hal yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan di Negara Indonesia ini yaitu tentang diberhentikannya Kurikulum 2013 dan akan dikembalikannya Kurikulum 2006 atau yang lebih dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam mengatur sistem pendidikan di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan dikirimnya sebuah surat imbauan mengenai Kurikulum 2013 kepada 6.326 sekolah di seluruh Indonesia oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Anies Baswedan. Dalam surat tersebut terdapat tiga point utama antara lain:

Pertama, beliau meminta untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak tahun pelajaran 2014-2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap tahun pelajaran 2014-2015. Kedua, tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan, yaitu sejak tahun pelajaran 2013-2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013. Dan point ketiga adalah mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. news.okezone.com


Oya, sebelumnya aku ingin bertanya apakah kalian apakah kalian setuju mengenai hal tersebut?? Yaitu dalam pembubaran dan pemberhentian Kurikulum 2013 dalam  mengatur sistem pendidikan di Indonesia dan kembali menggunakan Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Memang banyak orang diluar sana yang pro dan kontra mengenai hal tersebut. Mereka yang mengatakan pro menganggap Kurikulum 2013 memiliki banyak kelebihan yang  mungkin membawa dampak positif dalam dunia pendidikan seperti halnya dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kompetensi ditentukan masing-masing di tiap mata pelajaran. Sehingga, ibarat baju, semua bagiannya berasal dari bahan berbeda. Tapi sedangkan Kurikulum 2013 tidak dimulai dari potongan tapi sudah ada model lulusan yang ditetapkan sehingga kompetensi masing-masing mata pelajaran menyesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Kemudian dari sisi paradigma Kurikulum 2013 yang  mengemas mata pelajaran menjadi lebih maknawi dalam kehidupan sehari-hari dengan model pembelajaran tematik integratif dan pendekatan saintifik. Serta dalam proses pembelajaran murid aktif, guru sebagai fasilitator maupun motivator, semua aspek kehidupan bisa menjadi sumber pembelajaran, serta melahirkan manusia pembelajar.

Sedangkan mereka yang kontra terhadap Kurikulum 2013 mereka mungkin menganggap kurikulum memiliki banyak kekurangan yang dapat mambawa dampak negatif dalam dunia pendidikan antara lain: Pertama, Kurikulum 2013 penuh kontradiksi. Mau melahirkan manusia yang kreatif, kritis, inovatif, tapi penuh materi yang normatif karena ada penambahan jam belajar agama. Kedua, proses pembelajaran lebih leluasa tapi ada penambahan jam pelajaran, serta Kurikulum 2013 ini lebih cocok untuk sekolah yang sudah maju dan gurunya punya semangat belajar tinggi, masyarakat yang sudah terdidik, muridnya memiliki kemampuan dan fasilitas setara, serta infrastruktur telekomunikasi dan transportasi sudah merata sehingga tidak menghambat proses. news.okezone.com

Dan menurut analisa aku sendiri dengan adanya pembubaran Kurikulum 2013 dengan dikembalikannya menggunakan Kurikulum 2006 mungkin memang dari ke-dua macam kurikulum tersebut memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing. Dan kita sebagai orang yang peduli terhadap sistem pendidikan di Indonesia kita harus siap tanggap untuk saling membantu dan memperbaiki sistem-sistem pendidikan yang mungkin kurang tepat dan nyaman digunakan demi menciptakan generasi-generasi bangsa yang berkarakter. Bukan hanya selalu menyalahkan satu sama lain tetapi kita disini justru langsung melakukan perbaikan bersama dengan memberikan saran-saran untuk mempernaiki pelaksanaanya jika hal tersebut memang kurang tepat untuk diterapkan dalam setiap lembaga pendidikan. Terimakasih...

0 komentar:

Posting Komentar

 
;